OPTION

Aksi Kejar-Kejaran Guna Buru Pelaku Pencurian Truk

16.05.00 0
Petugas Polres Tuban berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan truk yang terjadi di jalur Pantura Tuban, tepatnya di Jalan Tuban-Surabaya, kawasan Pakah Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban pada Selasa (12/4/2016).

Aksi Kejar-Kejaran Guna Buru Pelaku Pencurian Truk

Pelaku yang hanya satu orang tersebut berhasil diciduk petugas setelah sempat kejar-kejaran hingga puluhan kilometer di jalur nasional itu. Pencuri mobil truk diesel itu dibekuk petugas gabungan ketika dilakukan penghadangan di jalan Tuban-Semarang tepatnya di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Tuban.

Berdasarkan data yang terkumpul menyebutkan, kejadian pencurian truk yang dilakukan Sugiarto (57 tahun), asal Taman Pondok, Kecamatan Waru, Sidoarjo itu berawal saat truk diesel dengan nomor polisi (nopol) S 9906 UF yang dikemudikan Hartono, warga asal Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban berjalan dari arah Surabaya menuju Tuban.

Selanjutnya, ketika sampai di kawasan simpang tiga Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, truk tanpa muatan dihentikan anggota Satuan Lalu Lintas. Pasalnya, kendaraan truk melanggar marka jalan dan akan ditilang. 

"Pada saat itu pengemudi truk turun untuk menyerahkan surat-surat kepada petugas. Yang mana saat itu oleh pengemudinya truk dibiarkan dalam kondisi masih hidup," jelas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suharta, Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tuban.

Pada saat truk masih dalam kondisi hidup itu, Sugiarto yang saat itu sudah berada di sekitar lokasi langsung naik ke dalam truk. Selanjutnya pelaku langsung melarikan kendaraan truk tanpa muatan itu ke arah Tuban dengan kecepatan tinggi.

"Mengetahui kendaraan dibawa pelaku, anggota langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku," sambungnya.
Untuk menghentikan pelaku, petugas berusaha melakukan penghadangan di simpang tiga Manunggal Selatan. Namun, saat itu pelaku masih menghindar dengan melawan arus di Jalan Manunggal sampai Jalan Panglima Sudirman yang berjalan dengan kecepatan tinggi dan terus dilakukan pengejaran mobil polisi.

"Pelaku akhirnya berhasil ditangkap sejumlah anggota saat dilakukan penghadangan di wilayah Jenu. Kemudian pelaku diamankan dan dibawa ke polres bersama barang bukti," tutupnya.

Hingga saat ini petugas Sat Reskrim Polres Tuban masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas tertangkapnya Sugiarto yang selama ini tinggal di kawasan hutan Jati Peteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Apakah pelaku pencurian truk tersebut pernah terlibat dengan kasus lainnya atau tidak. (beritajatim.com) M Muthohar melaporkan.

Terlalu Ngebut, Bus PO Indonesia Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas

23.50.00 0
Seorang pengendara motor tewas dengan kondisi mengenaskan setelah ditabrak kendaraan bus PO Indonesia jurusan Surabaya-Semarang yang berjalan dengan kecepatan tinggi di jalan Tuban-Surabaya KM 24-25, Kecamatan Widang, Tuban.

Terlalu Ngebut, Bus PO Indonesia Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas

Akibat benturan yang keras tersebut membuat pengendara sepeda motor Vixion yang diketahui bernama Surip (32 tahun), warga asal Desa Dadapan, Kecamatan Selokuro, Lamongan langsung tewas seketika di lokasi kejadian. Korban mengalami luka parah setelah dihantam bus antar kota antar provinsi (AKAP) itu.

Peristiwa kecelakaan maut di jalur Pantura Tuban yang melibatkan sepeda motor dengan bus itu berawal saat Bus PO Indonesia dengan nopol L 7502 UW yang dikemudikan oleh Moch Manaim (52 tahun), warga Desa Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah berjalan dari arah Surabaya menuju Tuban.

"Bus itu berjalan dari arah Selatan ke Utara. Berdasarkan pengamatan para saksi bus PO berjalan dengan kecepatan tinggi," jelas IPTU Nungki Sambodo, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban pada Kamis (24/03/2016).

Tak hanya berjalan dengan kecepatan tinggi, bus penumpang umum itu saat di lokasi kejadian berusaha mendahului kendaraan lainnya. Apesnya dari arah berlawanan muncul sepeda motor Vixion nopol W 3159 GL yang dikendarai oleh Surip yang hanya seorang diri.

"Pada saat mendahului itu jarak pandang pengemudi bus tidak bebas. Karena dari arah berlawanan ada sepeda motor itu kecelakaan tidak bisa dihindarkan," sambung Kanit Laka yang langsung terjun di lokasi kejadian perkara.

Sepeda motor yang dikendarai Surip itu membentur bagian kanan kendaraan bus yang melaju dengan kecepatan tinggi itu. Hal itu membuat sepeda motor jatuh dan korban terpental ke aspal jalan hingga akhirnya langsung tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini. Pengemudi bus sudah kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan," tutupnya. (beritajatim.com) M Muthohar melaporkan.

Rayakan Hari Paskah, Jemaat Santa Maria di Jombang Teteskan Air Mata

22.45.00 0
Gereja Santa Maria Jombang menggelar aksi teatrikal jalan salib untuk merayakan peringatan Hari Paskah pada Jumat (25/3/2016). Bertempat di halaman gereja para pemuda dan pemudi terlihat khidmat mengikuti acara tersebut. Bahkan tidak jarang dari mereka meneteskan air mata.

Rayakan Hari Paskah, Jemaat Santa Maria di Jombang Teteskan Air Mata

Dalam drama itu diceritakan secara detail meninggalnya Isa Al Masih. Mulai dijemput paksa oleh tentara Romawi, dicambuk, dililit kawat berduri, hingga dibawa ke bukit Golgota untuk dipaku di tiang salib. Yesus akhirnya meninggal di tiang salib tersebut.

Para pemeran mampu memainkan drama penyalipan itu sangat baik. Bahkam properti atau pakaian yang dikenakan para pemain juga cukup terlihat asli.

"Semoga di Hari Paskah ini, kita semua bisa meneladani sifat welas asih yang dicontohkan Yesus. Yesus rela mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia," terang pimpinan Umat Katolik Kabupaten Jombang, Romo Mathius Sumarno Prasojo.

Romo Mathius menjelaskan, gambaran penyiksaan Yesus dalam jalan salib bukanlah penyiksaan biasa, melainkan sebuah pengorbanan yang begitu luar biasa. Tujuannya, agar umat manusia memiliki jiwa kasih kepada sesama. Yakni, jiwa yang penuh kasih sayang dan welas asih tanpa memandang suku agama maupun aliran kepercayaan. (beritajatim.com) Yusuf Wibisono melaporkan.

Akibat Rem Blong, Empat Kendaraan Beruntun di Jalur Pantura Semanding

05.03.00 0
Peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan menurun yang ada di jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban pada Kamis (24/03/2015) siang.
Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan truk besar dan satu mobil pribadi itu diduga akibat adanya kendaraan truk yang mengalami rem blong saat jalan menurun itu. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Akibat Rem Blong, Empat Kendaraan Beruntun di Jalur Pantura Semanding

Berdasarkan data yang terkumpul, kecelakaan beruntun itu berawal dari kendaraan truk gandeng nopol P 8996 UL yang dikemudikan oleh Samsul Arifin (25 tahun), warga asal Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember berjalan dari arah Timur. Karena antrian panjang adanya lampu merah di simpang empat kapur truk gandeng itu megambil jalur kanan.

Pada saat kondisi jalan menurun, pengemudi truk gandeng pengangkut jagung itu mengaku jika remnya tidak berfungsi. Akhirnya truk berjalan tak terkendali dan menabrak mobil Taft nopol S 1408 H yang dikemudian oleh Susilo Murti, warga Wisma Tuban Permai, Kecamatan Semanding, Tuban yang berjalan searah.

"Tiba-tiba remnya blong. Untungnya saya pelan, lalu nabrak mobil Taft itu dulu," terang Samsul Arifin (25 tahun), pengemudi truk gandeng apes itu saat berada di lokasi kejadian perkara.

Pasca menabrak bagian belakang Taft itu, truk dengan muatan penuh langsung oleng ke kiri. Kemudian menabrak truk trailer nopol L 9825 UV yang dikemudikan oleh Imron Fatoni (44 tahun), warga asal Kabupaten Malang yang sedang berhenti karena antrian lampu merah simpang empat kapur.

"Habis nyodok Taft tiba-tiba terus ke kiri kemudian menabrak bagian belakang trailer ini. Ini muatan jagung dari Surabaya mau ke Semarang," lanjut pengemudi truk gandeng itu.

Karena benturan yang keras membuat kendaraan truk trailer yang membawa kontainer tersebut terdorong ke depan dan menabrak bagian belakang dump truk yang tidak diketahui identitasnya. Akibat berturan yang sangat keras membuat truk gandeng dan truk trailer itu mengalami kerusakan parah pada bagian depannya.

"Memang hasil pemeriksaan sementara truk gandeng mendahului di jalan menurun dan remnya tidak bisa fungsi dengan baik. Ada empat mobil yang terlibat dalam kejadian itu dan tidak sampai ada korban," jelas AKP Dhyno Indra Setyadi, Kasat Lantas Polres Tuban saat berada di TKP kecelakaan itu.

Akibat kejadian tersebut jalan HOS Cokroaminoto mengalami macet total lantaran kendaraan besar itu berada di tengah jalan. Sambil menunggu proses evakuasi, kendaraan besar maupun kecil yang dari arah Surabaya menuju Semarang dialihkan dengan melewati jalan Pahlawan, Kota Tuban. (beritajatim.com) M Muthohar melaporkan.

Pesawat Jalur Sumenep - Surabaya Masih Terhitung Rendah Jumlah Pengunjungnya

03.21.00 0
Animo masyarakat untuk memanfaatkan penerbangan perintis rute Sumenep - Surabaya dan sebaliknya Surabaya - Sumenep dari Bandara Trunojoyo, masih terhitung rendah jumlah pengunjungnya.

"Di data kami, jumlah penumpang dari Sumenep - Surabaya maupun Surabaya - Sumenep tahun 2016 kisarannya hanya 40-50 persen. Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu," ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo pada Kamis (24/03/16).

Pesawat Jalur Sumenep - Surabaya Masih Terhitung Rendah Jumlah Pengunjungnya

Namun kondisi berbeda justru terjadi di tiga rute keperintisan lain, yakni Surabaya - Bawean, Surabaya - Karimunjawa, dan Karimunjawa - Semarang. Setiap keberangkatan pesawat, kursi penumpang selalu terisi penuh.

"Untuk Surabaya - Bawean rata-rata jumlah penumpangnya 100 persen. Bahkan pernah 125 persen. Untuk Surabaya - Karimunjawa, dan Karimunjawa - Semarang, rata-rata 80 persen," sambung Wahyu.

Sejak Mei 2015, Bandara Trunojoyo menjadi salah satu bandara di Jawa Timur yang menjadi bagian dari jalur penerbangan pesawat perintis. Operator penerbangan perintis yang memanfaatkan Bandara Trunojoyo Sumenep mulai Januari 2016 adalah PT Airfast Indonesia, dengan pesawat terbang jenis Twin Otter DHAC 300 berkapasitas 15 penumpang.

Rute penerbangan perintis yang dilayani pesawat milik PT Airfast Indonesia adalah Sumenep-Surabaya dan sebaliknya, Surabaya-Bawean dan sebaliknya, Surabaya-Karimunjawa dan sebaliknya, serta Karimunjawa-Semarang dan sebaliknya, dengan frekuensi dua kali penerbangan dalam sepekan.

"Kami berharap ada sinergi dari Pemkab Sumenep untuk mendongkrak minat masyarakat memanfaatkan penerbangan perintis Sumenep - Surabaya. Sebab dibanding rute lainnya, jumlah penumpang Sumenep - Surabaya maupun Surabaya - Sumenep masih sangat rendah," ucapnya.

Jadwal penerbangan perintis melalui Bandara Trunojoyo dengan rute Sumenep - Surabaya adalah hari Selasa dan Kamis, pukul 08.30 WIB dengan harga tiket Rp 249.700. Kemudian Surabaya - Sumenep pada Rabu dan Jumat pukul 10.50 WIB dengan harga tiket Rp 307.700. (beritajatim.com) Temmy P melaporkan.

Kasus Kades Asal Perak yang Selingkuh Kini Di Serahkan ke Meja Pak Nyono

00.03.00 0
Kasus perselingkuhan antara Kepala Desa (Kades) Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Sumarto dengan Wiwik S (43 tahun), tetangganya, akhirnya menggelinding ke meja Bupati Jombang. Itu setelah perwakilan warga menggelar pertemuan dengan camat, BPD (Badan Perwakilan Desa), serta Kapolsek setempat.

Kasus Kades Asal Perak yang Selingkuh Kini Di Serahkan ke Meja Pak Nyono

Dalam forum tersebut, Ba'un, salah satu warga mendesak agar Kades Sumarto segera dicopot dari jabatannya. Pasalnya, Kades yang terpilih tahun 2012 itu sudah melakukan tindak asusila. Yakni tertangkap basah saat berduaan di kamar Hotel Dewi Jombang dengan Wiwik. Sementara yang melakukan penggerebekan adalah anak kandung Wiwik, yakni Prasetyo (19 tahun).

"Sebagai pimpinan desa, tindakan Sumarto tidak pantas. Atas dasar moral itulah kami meminta agar Sumarto dicopot sebagai Kades. Jika dalam waktu seminggu Sumarto belum dicopot, kami akan demo lagi," tegas Ba'un pada Rabu (23/3/2016).

Hal senada juga dilontarkan Purwanto, warga lainnya. Menurutnya, hubungan antara Sumarto dengan Wiwik sudah lama tercium. Bahkan sudah menjadi gunjingan warga setempat. Menjadi isu yang berkembang dari mulut ke mulut. Namun demikian, warga belum berani bertindak karena belum ada bukti.

"Nah, sekarang bukti sudah jelas. Keduanya tertangkap basah di hotel. Jadi tunggu apa lagi. Kami minta Sumarto dicopot sebagai Kades. Dia telah melakukan tindakam asusila. Tidak bermoral. Masak istri tetangga sendiri ditiduri," terang Purwanto geram.

Camat Perak Mahmudi, menampung aspirasi yang dilontarkan warganya. Dia juga mengakui bahwa tindakan Sumarto tidak pantas dilakukan dan tidak bermoral. Namun demikian, untuk pemecatan, pihaknya tidak punya wewenang. Karena hal itu domain bupati.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama BPD segera menggelar rapat terkait tuntutan warga dan juga permasalahan yang mendera Sumarto. Berita acara hasil rapat itu kemudian disorongkan ke meja Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

"Permasalahan ini segera kita laporkan ke bupati. Termasuk tuntutan warga yang meminta agar Sumarto dipecat. Sedangkan untuk masalah pidananya tetap ditangani kepolisian," ungkap Mahmudi yang dibenarkan Kapolsek Perak AKP Mudjiono.

Seperti diberitakan, Kades Cangkringrandu Sumarto digerebek saat berduaan di Hotel Dewi Jombang dengan Wiwik, yang tak lain tetangganya sendiri pada Selasa (22/3/2016). Kasus perzinaan itu kemudian ditangani unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang. (beritajatim.com) Yusuf Wibisono melaporkan.

Flu Burung Serang Warga, Harga Ayam di Tuban Menurun Drastis

19.22.00 0
Munculnya isu virus Flu Burung yang terjadi di beberapa daerah termasuk di Jawa Timur, membuat penjualan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Tuban menurun drastis beberapa hari terakhir pada Rabu (23/03/2016).

Flu Burung Serang Warga, Harga Ayam di Tuban Menurun Drastis

Menurunnya penjualan daging ayam di Pasar Baru yang ada di jalan Gajah Mada, rata-rata sampai dengan sekitar 50 persen akibat adanya isu flu burung. Hal itu membuat omzet dari para pedagang daging ayam di pasar baru itu juga ikut menurun.

Berdasarkan data yang terkumpul, sejak munculnya isu tersebut membuat para pembeli daging ayam banyak yang beralih ke daging sapi meski harganya mahal. Sehingga membuat para penjual daging ayam sepi pembeli.

"Pembelinya sepi, meski harga ayam sekarang ini turun. Katanya para pelanggan itu banyak yang takut ada flu burung," jelas Hartatik (50 tahun), salah satu pedagang daging ayam yang ada di pasar baru Tuban.

Hartatik menjelaskan, jika pada hari-hari sebelum beredarnya kabar flu burung itu mereka biasa menjual daging ayam rata-rata setiap hari mencapai 100 ekor. Namun sejak adanya flu burung mereka hanya mampu menjual antara 40 ekor sampai 50 ekor saja tiap hari.

"Bisa menjual 50 ekor itu sudah sangat bagus mas kalau hari-hari ini. Kemarin malah hanya menjual 40 ekor saja," tambahnya.

Sementara itu, untuk harga daging ayam potong di pasar tradisional tersebut saat ini berada pada kisaran Rp 28 ribu perkilo yang turun dari harga Rp 30 ribu perkilo. Sedangkan untuk harga daging ayam kampung saat ini juga turun dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 45 ribu perkilonya.

"Ya pasti pendapatan turun mas, karena penjualan juga turun. Kami berharap supaya di Tuban tidak sampai ada virus flu burung itu," terang Bu Sidik, pedang lainnya yang ada di pasar itu.

Butuh Waktu 12 Hari, Bulog Sudah Serap 1.500 Ton Gabah di Wilayah Jombang

00.20.00 0
Musim panen kali ini tidak disia-siakan oleh Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Surabaya Selatan (Mojokerto - Jombang). Mereka mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani. Walhasil, hanya butuh waktu 12 hari turun ke lapangan, mereka sudah menyerap 1.500 ton gabah.

Butuh Waktu 12 Hari, Bulog Sudah Serap 1.500 Ton Gabah di Wilayah Jombang

"Sampai saat ini kita sudah menyerap 1.500 ton gabah dari petani. Jumlah tersebut hanya dari wilayah Jombang, karena untuk Mojokerto belum panen," terang Norman Susilo selaku Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan pada Senin (21/3/2016).

Norman mengatakan, dalam sehari pihaknya rata-rata menyerap 150 ton gabah. Angka tersebut cukup fantastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Menurut Norman, pada Maret 2015, Bulog belum melakukan penyerapan. "Namun untuk Maret tahun ini sudah terserap 1.500 ton," sambungnya.

Tingginya penyerapan itu, tidak lepas dari kerjasama yang dilakukan Bulog dengan pihak lain. Diantaranya, Gapoktan (gabungan kelompok tani), KTNA (Kontak Tani dan Nelayan Andalan), HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Dinas Pertanian setempat, serta Satgas Bulog.

Disinggung soal harga, Norman mengatakan, pihaknya membeli gabah dari petani sesuai dengan Inpres No 5/2015. Yakni harga pokok pembelian atau HPP gabah kering sawah Rp 3.700 per kilogram. Sedang untuk HPP beras sebesar Rp 7.300 per kilogram. Dengan ketentuan, kadar air 25 persen dan kadar hampa 10 persen. Sementara untuk beras kadar air 14 persen, broken atau rusak 20 persen, serta kadar menir 2 persen.

"Kami optimistis tahun ini mampu memenuhi target penyerapan sebesar 110 ribu ton. Karena pada Maret ini saja kita sudah menyerap 1.500 ton gabah," tutupnya. (beritajatim.com) Yusuf Wibisono melaporkan.

Akhirnya Santri Ponpes Bahrul Ulum yang Hanyut Telah Ditemukan

18.17.00 1
Upaya tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mencari korban tenggelam di Sungai Tambakberas akhirnya membuahkan hasil. 

Muhamad Arif Fadilah alias Arifin (8 tahun) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Minggu (13/3/2016), pukul 06.30 WIB pagi tadi. Jarak temuan dengan titik kejadian sekitar 500 meter.

Akhirnya Santri Ponpes Bahrul Ulum yang Hanyut Telah Ditemukan

Pencarian korban terbilang sulit. Pasalnya, arus Sungai pinggir madrasah MAN Tambakberas itu cukup deras. Selain itu, debit air sungai juga cukup tinggi. 

Namun demikian, sejak Sabtu (12/3/2016) pukul 14.00 WIB, tim SAR terus melakukan pencarian. Sungai tersebut disisir menggunakan perahu karet. Petugas lainnya melakukan penyelaman. Sayangnya keras itu belum membuahkan hasil.

Minggu pagi tadi pencarian kembali dilakukan. Walhasil, petugas menemukan jasad korban tersangkut di akar pohon lamtoro di pinggir sungai. "Saat ditemukan kondisinya sudah tidak bernyawa," jelas Arif (32 tahun) salah seorang warga setempat.

Kapolsek Jombang Kota, AKP Yudiono membenarkan ditemukannnya santri PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas tersebut. Selanjutnya, jenazah bocah asal Balikpapan, Kalimantan Timur itu dibawa ke RSUD Jombang.

"Berdasarkan visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Artinya, meninggalnya korban murni karena kecelakaan," terang Yudiono menjelaskan.

Arifin hanyut di Sungai Tambakberas pada Sabtu (12/3/2016) pukul 12.30 WIB. Awalnya, bocah kelas II Madrasah Ibtudaiyah (MI) ini bermain dengan enam orang temannya di tepi sungai. Saat asyik bermain itulah korban tiba-tiba tercebur dan hanyut terseret arus. (beritajatim.com) Yusuf Wibisono melaporkan.